Selasa, 09 Maret 2021

Think Ahead, 70 Tahun Teddy Rusdy: Teddy Rusdy Adalah Sosok Yang Cukup Dikagumi Banyak Orang

 

Google.com

Dalam buku biografi yang berjudul: Think Ahead, 70 Tahun Teddy Rusdy yang dituliskan oleh Servas Pandur lalu diterbitkan Herakles Indonesia. Buku ini memiliki ketebalan 602 halaman yang layak untuk menjadi dokumen bersejarah untuk permiliteran Indonesia.

Buku ini menyuguhkan banyak pengalaman yang dialami oleh Marsekal Mudah TNI Purn Teddy Rusdy. Tak hanya itu, buku ini juga memiliki banyak kisah dan menceritakan bagaimana kiprah yang dijalani oleh Almarhum Marsha Purn Teddy Rusdy.

Menurut buku ini, Teddy Rusdy adalah sosok misteri layaknya seorang intelijen yang memiliki sifat hidden figure yang cukup dikagumi banyak orang pada masanya. Seperti yang diketahui, Teddy Rusdy sudah mengabdikan dirinya untuk menjadi tangan kanan L.B. Moerdani tak kurang dari 20 tahun.

Banyak juga yang mengatakan kalau sosok Teddy Rusdy adalah seorang yang lebih sebagai sutradara yang hanya ada di belakang layar. Karena banyak yang penasaran, maka inilah buku pertama yang menceritakan tentang Teddy Rusdy.

 

Sumber : editor.id

Membongkar Sosok Teddy Rusdy Dalam Buku Biografi Think Ahead, 70 Tahun Teddy Rusdy

 

Google.com

Mari kita membongkar sosok Almarhum Marsekal Muda TNI (Purn) Teddy Rusdy yang mengutip dari sebuah buku biografi berjudul : Think Ahead, 70 Tahun Teddy Rusdy yang dituliskan oleh Servas Pandur lalu diterbitkan Herakles Indonesia.

Berdasarkan isi buku biografi, sosok Marsda Teddy Rusdy adalah silent dan sangat menarik dibaca pengalaman dan kisah hidupnya. Karena Teddy Rusdy memiliki banyak fakta baru yang selama ini belum terungkap.

Misalnya, bagaimana pola piker intelijen kita dalam menjalankan Operasi Pembebasan Woyla, Opsus L.B. Moerdani, Teddy Rusdy Membantu Pejuang Mujahidin Afganistan, Proyek Mercusuar Menristek B.J. Habibie, Pasukan Kontra Teror Pertama untuk Indonesia, De-Benny-sasi, dan yang pasti masih banyak lagi.

Dalam buku yang memiliki ketebalan 602 halaman ini layak untuk menjadi dokumen bersejarah untuk permiliteran Indonesia, karena memiliki banyak kisah dan menceritakan bagaimana kiprah yang dijalani oleh Almarhum Marsha Purn Teddy Rusdy.

 

Sumber : editor.id

Senin, 08 Maret 2021

Menurut Pengamat Militer, Teddy Rusdy Tak Pernah Gagal Dalam Menjalankan Tugasnya

 

Google.com

Pada hari kamis 31 Mei 2018 Teddy Rusdy Dinyatakan Meninggal Dunia, ratusan orang yang menghadiri rumah duka Marsekal Muda TNI (Purn) Teddy Rusdy Jl. Bukit Golf 1 Pondok Indah tampak juga sejumlah kolega dan orang penting.

Seorang pengamat militer Asri Hadi menyampaikan beberapa hal yang membuat suasana semakin haru, almarhum Teddy Rusdy dikenal sebagai sosoknperwira tinggi dari Angkatan Udara yang tak pernah gagal dalam setiap menjalankan tugas yang diberikan kepadanya oleh negara.

“Bersama Jenderal TNI Benny Moerdani, Teddy Rusdy berhasil membangun suatu sistem intelijen yang solid, terpusat, reliable, akurat, relevant dan timely untuk NKRI,” ujar Asri Hadi yang pernah mengenal almarhum dalam beberapa kesempatan.

Menurut Asri Hadi, Almarhum Teddy Rusdy juga mendapat banyak tugas pada era pemerintahan Soeharto yang melibatkan operasi intelijen yang sifatnya rahasia. “Diantara operasi yang pernah dilakukannya adalah operasi Alpha dan operasi Woyla sebuah operasi intelijen Indonesia yang diakui dunia tingkat keberhasilannya,” puji Asri Hadi, wartawan senior yang juga dosen TNI.

 

Sumber : editor.id

Indonesia Berduka Saat Kepergian Putera Bangsa Terbaik Marsekal Muda Teddy Rusdy

 

Google.com

Pada hari kamis 31 Mei 2018, Indonesia kembali diberikan duka. Pasalnya, pada tanggal itu salah satu putera terbaik yang dimiliki bangsa Indonesia yakni Marsekal Muda TNI (Purn) Teddy Rusdy dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya.

Beliau meninggal dirumah sakit setelah beberapa hari dirawat, jenazah Almarhum Marsekal Muda Teddy Rusdy dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada pukul 14:00. Seperti yang sudah disangka, kepergian beliau banyak mengundang air mata.

Ratusan karangan bunga dengan ucapan duka cita terus mengiringi keluarga Marsekal Muda Teddy Rusdy dari beberapa kolega almarhum. Tak hanya kerabat dekat, puluhan tokoh nasional baik dari purnawirawan perwira tinggi TNI ataupun Polri dan juga pejabat negara ikut mendatangi rumah duka.

Terlihat pula mantan Panglima TNI Jenderal Try Sutrisno dan juga mantan KSAU Marsekal TNI Pur Chappy Hakim. Ratusan orang yang menghadiri rumah duka Jl. Bukit Golf 1 Pondok Indah tampak juga sejumlah kolega dan orang penting.

 

Sumber : editor.id

Menurut Teddy Rusdy, Isu de-Benny-sasi Dibentuk Untuk Menghancurkan Sistem Intelijen RI

Google.com

Dalam sebuah buku yang menceritakan “Teddy Rusdy: ‘Mengundurkan Diri” diungkapkan bahwa Try Sutrisno diminta Presiden Soeharto untuk menggantikan L.B. Moerdani selaku Asrenum Pangab sebanyak tiga kali.

Karena mengetahui hal tersebut tak benar, Try Sutrisno menolak permintaan sang presiden Soeharto untuk menggantikan Asrenum Pangab Marsekal Muda Teddy Rusdy. Karena sudah memperhatikan dengan teliti berbagai peristiwa di Indonesia sejak awal abad 21.

Teddy Rusdy pun menyimpulkan jika “de-Benny-sasi” adalah upaya menghancurkan kekebalan sistem yang dimiliki oleh intelijen RI yang seksama, terpusat, menyeluruh, akurat, relevan dan juga tepat waktu dalam rangka yang ikut mendukung pembuatan keputusan pemerintah dan juga ketetata-negaraan yang sudah legal, tepat, benar, dan lebih jauh ke depan.

Berikut ini adalah runtutan pendidikan hingga tanda jasa/penghargaan yang diraih oleh Teddy Rusdy:

Marsekal Muda TNI (Purn) Teddy Rusdy

Tempat/Tanggal Lahir:

Jakarta, 11 Mei 1939

Agama:

Islam

Pendidikan:

– SMA B Boedi Oetomo (1959)

– Air Force Flying College, India (1961)

– Sekkau Angkatan 11 (1971)

– Sesko ABRI Bagian Laut Angkatan ke-1 (1975)

– Sesregkt Seskogab Angkatan ke-1 (1978)


Karir:

– Pav Skad 42 Wops Iwy (1963)

– Pa. Ops. Lanu Iwy (1969)

– Dan Lanu Rembiga (1969)

– Dan Denma Makodau VI (1970)

– Karo Paban VI/Milhan Sintel Hankam (1974)

– Patun Seskogab, Bandung (1979)

– Paban VIII Staf Intel Hankam (1980)

– Direktur “E”/Renlitbang BAIS (1983)

– Asrenum Pangab (1986)

– Asrenum Pangab (1987-1992)

– Anggota MPR Utusan Golkar ABRI (1987-1992)


Organisasi:

– Ketua DPD Golkar Lombok Barat (1972)

– Sekretaris DPD Golkar Prov Nusa Tenggara Barat (1973)

Tanda Jasa/Penghargaan:

– Bintang Shakti

– Bintang Dharma

– Bintang Yudha Dharma

– Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama

– Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya

– Satyalencana Kesetiaan VIII

– Satyalencana Kesetiaan XVI

– Satyalencana Kesetiaan XXIV

– Satyalencana Stya Dharma

– Satyalencana Wira Dharma

– Satyalencana Dwidya Sistha

– Satyalencana Penegak

– Meritorius Services Medal (Military) Republic of Singapore

– Meritorius Services Medal (Military) Republic of Korea


Sumber : mantranews.id

Lengsernya L.B. Moerdani, Muncul Isu “de-Benny-sasi” Untuk Melumpuhkan Suatu Sistem

Google.com

Pada 24 Februari 1988, L.B. Moerdani harus melepas jabatan sebagai Pangab harus berpindah tempat. Sesuai dengan pilihan sang presiden, maka terpilihlah Jenderal TNI Try Sutrisno sebagai Pangab. Tak disangka, saat terjadinya berbagai pengersan di lingkungan ABRI muncullah isu “de-Benny-sasi”, yakni dipangkasnya “networking” Benny Moerdani di Mabes ABRI.

Isu yang muncul itu ternyata sudah memiliki sasaran atau target, tentu saja orang-orang yang menjadi tangan kanan atau orang terdekat L.B. Moerdani. Siapa lagu kalau bukan Asrenum Pangab Marsekal Muda Teddy Rusdy yang sudah menjadi orang kepercayaan L.B. Moerdani sejak tahun 1974.

Dalam sebuah buku yang menceritakan “Teddy Rusdy: ‘Mengundurkan Diri” diungkapkan bahwa Try Sutrisno diminta Presiden Soeharto untuk menggantikan L.B. Moerdani selaku Asrenum Pangab sebanyak tiga kali.

Karena mengetahui hal tersebut tak benar, Try Sutrisno menolak permintaan sang presiden Soeharto untuk menggantikan Asrenum Pangab Marsekal Muda Teddy Rusdy. Karena sudah memperhatikan dengan teliti berbagai peristiwa di Indonesia sejak awal abad 21.

Teddy Rusdy pun menyimpulkan jika “de-Benny-sasi” adalah upaya untuk melumpuhkan suatu sistem yang sudah dibangun bertahun-tahun lamanya sejak tahun 1974.

 

Sumber : mantranews.id

Pada 24 Februari 1988, L.B. Moerdani Digantikan Oleh Jenderal TNI Try Sutrisno Sebagai Pangab

 

Google.com

Jam Terbang Teddy Rusdy bersama L.B. Moerdani dalam menyukseskan intelijen RI yang tangguh terpaksa harus diberhentikan. Karena L.B. Moerdani disangka akan mengambil alih kekuasan milik Presiden Soeharto.

“Pada saat intelijen RI sangat kuat, Benny Moerdani diganti. Soeharto tidak rela ada ‘rumput lain yang tumbuh’. Soeharto tidak ingin ada orang lain yang bersaing dengannya. Benny Moerdani sadar sebagai seorang Indo, berdarah Jerman/Belanda dari ibu, dan beragama Katolik, berulang kali bicara, bahwa dirinya tidak mungkin menjadi Presiden RI,” kenang Teddy Rusdy.

Pada akhirnya Teddy Rusdy menyadari, kalau jika dia melakukan apapun dengan powerfull maka akan memunculkan iri hati pada orang lain.

“Benny Moerdani sudah mengadakan assesment intelijen, jika pada saatnya Kopkamtib harus bubar. Karena Kopkamtib adalah ekstra struktural. Hanya saja, meskipun Kopkamtib bubar, tetapi fungsi-fungsinya jangan sampai bubar. Akibatnya intelijen yang sudah dibangun dihancurkan sendiri,” tegas Teddy Rusdy.

Hal tersebut pun benar terjadi, karena pada 24 Februari 1988, L.B. Moerdani harus melepas jabatan sebagai Pangab harus berpindah tempat. Sesuai dengan pilihan sang presiden, maka terpilihlah Jenderal TNI Try Sutrisno sebagai Pangab.

 

Sumber : mantranews.id