Kamis, 04 Maret 2021

Hebat! Teddy Rusdy Miliki Ingatan Yang Luar Biasa dan Memiliki Banyak Konsep Terkait Intelijen

 

Google.com

Teddy Rusdy berhasil untuk membangun suatu sistem intelijen bersama dengan atasannya yakni Jenderal TNI Benny Moerdani. Sistem yang ia buat ini sangatlah solid, terpusat, reliable, akurat, relevant dan juga timely untuk NKRI.

Tak hanya itu, Teddy Rusdy selaku Jenderal bintang dua ini menghabiskan dua pertiga karir militernya di Intelijen Hankam ini memiliki banyak konsep yang cemerlang terkait intelijen. Bagaimana tidak, Teddy Rusdy memiliki ingatan dan kemampuan yang luar biasa.

Buktinya saat Teddy Rusdy masih menduduki bangku pendidikan di Sesko ABRI pada tahun 1974, ia  membuat analisa yang cukup berani, padahal yang ia analisa itu mengandung unsur politik tingkat tinggi. Sedangkan, saat itu Teddy Rusdy masih berpangkat Mayor Udara.

Saat itu ia mengatakan bahwa Peristiwa Malari yang terjadi pada tahun 1974 adalah klimaks dari lawan saing antara Aspri Presiden Soeharto selaku Letjan TNI Ali Murtopo dengan Jenderal Sumitro selaku Pangkopkamtib/Wapangab.

 

Sumber : mantranews.id

Dikenal Sebagai Sosok Yang Hebat, Pemakaman Teddy Rusdy Banyak Dikunjungi Orang Penting

Google.com

Pada Kamis 31 Mei 2018, Marsekal Muda TNI (Purn) Teddy Rusdy selaku mantan Asrenum Kasum ABRI meninggal dunia pada malam hari pukul 20.18 WIB. Seperti yang dikabarkan jenazah telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) dikawasan Kalibata.

Banyak yang merasa terpukul dengan kepergian sang legenda dan seorang yang dianggap sebagai James Bond Indonesia, tapi seluruh pelayat terlihat khidmat untuk mengikuti seluruh prosesi yang berlangsung hingga makam sudah tertutup dengan tanah. Prosesi militer yang dilakukan setelah sholat Jumat, 1 Juni 2018.

Pada usia 79 tahun, Almarhum Marsekal Muda TNI (Purn) Teddy Rusdy meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah. Tak disangka, banyak orang yang tidak menyangka kepergian beliau sehingga ratusan orang hadir ikut melayat di rumah duka jalan Bukit Golf 1 Pondok Indah.

Dan beberapa orang penting pun terlihat disana seperti Marsekal (Purn) Cheppy Hakim selaku mantan KASAU. Sebagai orang yang berjasa untuk Indonesia, Gubernur Anis Baswedan pun mengikuti acara sholat jenazah yang dilakukan.

Sosok Teddy Rusdy memang dikenal dengan sosok yang hebat dan pantang menyerah, maka dari itu banyak pengusaha dan juga relasi bisnis yang datang untuk melayat.

 

Sumber : mantranews.id

Kegiatan Ajar Mengajar di Pesantren Siti Dhumillah Dilaksakan pada 29 Oktober 2020

Google.com

Pada tanggal 25 April 2019 sebuah prasasti Padepokan Santri Selogiri “SITI DHUMILLAH” yang diukir dengan cantik diatas batu berukuran tinggi 170 cm, lebal 140 cm dan tebal 90 cm yang ditanda tangani langsung oleh Ibu Sri Teddy Rusdy dan sudah diletakkan di depan Pendopo Pesantren.

Kisahnya tak berhenti disitu, karena ternyata sangat susah untuk mencari calon pengasuh untuk pondok yang mampu untuk mengimplementasikan visi dan misi dari Ibu Sri dan juga sang suami Teddy Rusdy. Hingga dua tahun setelah berpulangnya Teddy Rusdy, Ibu Sri masih merasa banyak hutang kepada beliau.

Sepulang perjalanan sang ibu Sri ziarah dari Konya, Alhamdulillah Ibu Sri berkesempatan untuk membayarkan hutangnya kepada Teddy Rusdy melalui Habib Luthfi Bin Yahya di Pekalongan. Akhirnya titik terang pun didapatkan, Habib Luthfi Bin Yahya atau biasa dipanggil Abah ini melaksanakan aktivitas di pesantren, dan tak disangka Abah berkenan untuk menjadi Pembimbing di Pesantren Siti Dhumillah ini.

Penyelenggaraan kegiatan ajar mengajar di pesantren Siti Dhumillah dimulai pada tanggal 29 Oktober 2020 kemarin, dengan siswa yang sudah masuk adalah 50 orang santri dari putra dan putri yang terdiri dari anak-anak yatim dan kaum dhuafa secara gratis.

Niat mulia yang sudah diimpikan oleh Teddy Rusdy akhirnya terwujud ini bisa menjadi salah satu amal jariyah untuk bapak Teddy Rusdy yang pada akhir bulan Februari 2021 ini akan diperingati bersama 1000 hari wafatnya. Aamiin…

                                      

Sumber : Islami.co

Rabu, 03 Maret 2021

Ibu Sri Teddy Rusdy Akhirnya Menemukan Titik Terang Untuk Kehidupan Pesantren Siti Dhumillah

Google.com

Semua keluarga dan kerabat dekatnya pun terkejut mendengar kabar meninggalkan Teddy Rusdy tersebut yang sedemikian mendadak, tapi hal itu membuat sang istri merasa ingin cepat menyelesaikan hutangnya kepada sang suami Teddy Rusdy untuk mewujudkan sebuah bangunan pesantren.

“Kondur-nya (berpulangnya) Bapak yang begitu tiba-tiba, bisa terjadi pada siapa saja, tak terkecuali Ibu. Karena itu Ibu tidak mau lagi membuang-buang waktu, Ji.” Kata  Ibu Sri pada suatu hari ketika seusai mengirimkan doa dan tahlil bersama untuk Bapak Teddy Rusdy.

Dengan niatnya, pada tanggal 25 April 2019 sebuah prasasti Padepokan Santri Selogiri “SITI DHUMILLAH” yang diukir dengan cantik diatas batu berukuran tinggi 170 cm, lebal 140 cm dan tebal 90 cm yang ditanda tangani langsung oleh Ibu Sri Teddy Rusdy dan sudah diletakkan di depan Pendopo Pesantren.

Kisahnya tak berhenti disitu, karena ternyata sangat susah untuk mencari calon pengasuh untuk pondok yang mampu untuk mengimplementasikan visi dan misi dari Ibu Sri dan juga sang suami Teddy Rusdy. Hingga dua tahun setelah berpulangnya Teddy Rusdy, Ibu Sri masih merasa banyak hutang kepada beliau.

Sepulang perjalanan sang ibu Sri ziarah dari Konya, Alhamdulillah Ibu Sri berkesempatan untuk membayarkan hutangnya kepada Teddy Rusdy melalui Habib Luthfi Bin Yahya di Pekalongan. Akhirnya titik terang pun didapatkan, Habib Luthfi Bin Yahya atau biasa dipanggil Abah ini melaksanakan aktivitas di pesantren, dan tak disangka Abah berkenan untuk menjadi Pembimbing di Pesantren Siti Dhumillah ini.

                                      

Sumber : Islami.co

Niat Baik Teddy Rusdy dan Sri Teddy Rusdy Untuk Membangun Pesantren Akhirnya Terwujud Pada 25 April 2019

Google.com

Teddy Rusdy mendukung sang istri Ibu Sri yang berniat untuk mendirikan pesantren dengan basic tetap menjaga sekaligus memelihara kearifan local dalah bagian dari ikhtiar Teddy Rusdy. Hal tersebut dilakukan untuk ikut sera dalam membentengi generasi muda muslim Indonesia.

Namun hal yang sudah diniatkan tersebut belum terwujud sampai dengan beliau berpulang kerahmatullah pada hari kamus malam jumat, 31 Mei 2018 yang juga bertepatan dengan malam ke-17 bulan Ramadhan.

Semua keluarga dan kerabat dekatnya pun terkejut mendengar hal tersebut yang sedemikian mendadak, tapi hal itu membuat sang istri merasa ingin cepat menyelesaikan hutangnya kepada sang suami Teddy Rusdy untuk mewujudkan sebuah bangunan pesantren.

“Kondur-nya (berpulangnya) Bapak Teddy Rusdy yang begitu tiba-tiba, bisa terjadi pada siapa saja, tak terkecuali Ibu. Karena itu Ibu tidak mau lagi membuang-buang waktu, Ji.” Kata  Ibu Sri pada suatu hari ketika seusai mengirimkan doa dan tahlil bersama untuk Bapak.

Dengan niatnya, pada tanggal 25 April 2019 sebuah prasasti Padepokan Santri Selogiri “SITI DHUMILLAH” yang diukir dengan cantik diatas batu berukuran tinggi 170 cm, lebal 140 cm dan tebal 90 cm.

                                      

Sumber : Islami.co

Niat Yang Indah, Teddy Rusdy dan Sang Istri Berniat Untuk Membangun Pesantren

Google.com

Tak semudah itu untuk membuang orang yang sangat berjasa untuk Negara, jadi Jenderal Tri Sutrisno membangkang perintah dari Presiden Soeharto dan tetap berjuang untuk mempertahankan Teddy Rusdy.

Hingga akhirnya pada tanggal 17 Februari 1992, Teddy Rusdy memutuskan untuk mengajukan pensiun dini dan rela melepaskan Jabatan Organik/ Fungsional Hankam/ ABRI/ Golongan Karya ABRI. Walaupun sudah pensiun, hubungan baik keluarga Teddy Rusdy dan keluarga Jenderal Tri Sutrisno tetap berjalan dengan baik hingga detik ini.

Teddy Rusdy membuka kisah yang baru saat ulang tahun yang ke-75, Teddy Rusdy mengikrarkan niatnya untuk mewakafkan sebidang tanah miliknya dengan luas sekitar 3 hektar di Cijeruk, Bogor, Jawa Barat untuk dijadikan sebuah pesantren.

Teddy Rusdy mendukung sang istri Ibu Sri yang berniat untuk mendirikan pesantren dengan basic tetap menjaga sekaligus memelihara kearifan local dalah bagian dari ikhtiar Teddy Rusdy. Hal tersebut dilakukan untuk ikut sera dalam membentengi generasi muda muslim Indonesia.

Namun hal yang sudah diniatkan tersebut belum terwujud sampai dengan beliau berpulang kerahmatullah pada hari kamus malam jumat, 31 Mei 2018 yang juga bertepatan dengan malam ke-17 bulan Ramadhan.

 

Sumber : Islami.co

Sudah Pasrah Dibuang, Jenderal Tri Sutrisno Tetap Pertahankan Teddy Rusdy

Google.com

Selama Teddy Rusdy menjalankan tugas sebagai pelapis pengamanan bersama dengan pasukannya, ia sempat mendapatkan cerita yang lucu yakni tingkah para Bintara dan Perwira PASPAMPRES yang mengusirnya tanpa mengetahui hal sebenarnya.

Mengingat hal tersebut Teddy Rusdy tersenyum sendiri. Tapi tau kah kamu hal menyedihkan yang hampir saja dirasakan Teddy Rusdy? Ternyata Presiden Soeharto sempat meminta Jenderal Tri Sutrisno untuk mengganti Teddy Rusdy.

Namun, untungnya Panglima ABRI Jenderal Tri Sutrisno itu menolak permintaan sang presiden. Hal tersebut merupakan suatu kebanggan untuk Teddy Rusdy dan keluarga karena bisa memberikan kepercayaan kepada Jenderal Tri Sutrisno.

Padahal sebelumnya Teddy Rusdy sudah pasrah dengan keputusan Panglima ABRI dan siap dibuang setelah L.B. Moerdani digeser dari Pangab pada tahun 1988 dan sempat dikabarkan adanya pembersihan besar-besaran untuk orang-orang yang di kepalai oleh L.B. Moerdani.

Tak semudah itu untuk membuang orang yang sangat berjasa untuk Negara, jadi Jenderal Tri Sutrisno membangkang dan tetap mempertahankan Teddy Rusdy.

 

Sumber : Islami.co