Selasa, 02 Maret 2021

Meninggal Dunia Pada 1 Juni 2018, Marsekal Muda Teddy Rusdy Meninggalkan Jejak di Dunia Intelijen

Google.com

Teddy Rusdy merasa kesetiaannya kepada sosok nasionalis dan patrioritis seperti atasannya L.B. Moerdani sudah lebih dari cukup. Karena ia sudah mendapatkan banyak ilmu dan berbagai pengakuan atas pengabdiannya dari Negara dan beberapa Negara sahabat.

Tak disangka pada 1992, Teddy Rusdy memutuskan untuk pension dini dengan jabatan terakhirnya adalah Asrenum Pangab dan juga menjabat sebagai Anggota MPR dari Fraksi ABRI.

Karena bermulai dari niatnya untuk tulus mengabdi kepada Negara, dan walaupun beliau pensiun pada usia produktif yakni 52 tahun. Walaupun ia melewati itu semua, beliau tak pernah terkena gejala post power syndrome.

Dimasa pensiun, Teddy Rusdy menghabiskan waktunya untuk lebih dekat dengan keluarga, dan ia berniat untuk membangun dunia udaha dan juga mencurahkan pemikirannya dalam bidang militer dengan cara memberikan ceramah dan menulis.

Seperti yang dikabarkan, Marsekal Muda Teddy Rusdy meninggal dunia pada 1 Juni 2018. Beliau meninggalkan banyak jejak dan kenangan dalam dunia intelijen sebagai patriot yang menuntaskan berbagai masalah.

Tak hanya itu, Teddy Rusdy juga melunasi perjuangan kakeknya. Teddy Rusdy dimakamkan secara terhormat di Taman Makan Pahlawan Kalibata.

 

Sumber : Rmol.id

Teddy Rusdy Mendapatkan Jiwa Nasionalis dan Patrioritis Dari Sang Atasan L.B. Moerdani

 

Google.com

Kinerja Teddy Rusdy selaku Asrenum Pangab ini mendapatkan sorotan dari sang atasan. Ia dinilai sudah cukup tepat untuk menduduki Kepala Staf AU. Peristiwa yang terjadi itu terjadi pada Desember 1989. Menurut L.B. Moerdani, Teddy Rusdy sudah berhasil mengharumkan kembali nama TNI-AU.

Karena seperti yang kita ketahui kalau nama TNI-AU sebelumnya pernah tercorng karena ada sebuah rumor terlibat dalam pemberontakan 1955. Tetapi setelah diadakannya diskusi dan juga menerungkannya diperjalanan hal ini diselesaikan baik-baik.

Teddy Rusdy memilih untuk setia untuk mendampingi sang atasan L.B. Moerdani sebagai Asrenum Pangab dan melepaskan kesempatan sebagai KASAU dan pangkat Marsekal, atau dipangkat Jenderal penuh TNI AU.

Teddy Rusdy merasa kesetiaannya kepada sosok nasionalis dan patrioritis seperti atasannya L.B. Moerdani sudah lebih dari cukup. Karena ia sudah mendapatkan banyak ilmu dan berbagai pengakuan atas pengabdiannya dari Negara dan beberapa Negara sahabat.

 

Sumber : Rmol.id

Hebat! Teddy Rusdy Berhasil Mengharumkan Kembali Nama TNI-AU

Google.com

Perombakan lembaga ABRI yang dilakukan oleh L.B. Moerdani namun beliau dibantu oleh Teddy Rusdy untuk menghapus struktur Komando Wilayah Pertahanan (Kowilhan) yang ditegakkan pada 1969 dan sudah dinilai tak berfungsi secara maksimal tetapi tetap mengambil anggaran.

Hal tersebut sudah menjadi keputusan yang sangat berani karena terpaksa harus membebastugaskan enam perwira tinggi dengan bintang tiga dan belasan perwira tinggi bintang dua oada awal tahun 1980-an.

Hal ini L.B. Moerdani dan Teddy Rusdy lakukan demi kepentingan sebuah Negara. Memang, ABRI sering sekali kekekurangan anggaran untuk mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas personal ataupun kelembagaan ABRI sendiri.

Kekurangan anggaran tersebut memang menimbulkan banyak tanda ketidaknyamanan, tapi mereka harus terus menjalankan keputusan tersebut. Kinerja Teddy Rusdy selaku Asrenum Pangab ini mendapatkan sorotan dari sang atasan.

Ia dinilai sudah cukup tepat untuk menduduki Kepala Staf AU. Peristiwa yang terjadi itu terjadi pada Desember 1989. Menurut L.B. Moerdani, Teddy Rusdy sudah berhasil mengharumkan kembali nama TNI-AU.

 

Sumber : Rmol.id

Senin, 01 Maret 2021

Teddy Rusdy Bantu Sang Atasan L.B. Moerdani Dalam Menyelesaikan Masalah

Google.com

20 tahun kemudian L.B. Moerdani dan Teddy Rusdy bersama dan langsung membenahi dan menyelesaikan tugas-tugas yang sudah diberikan oleh Negara kepada Teddy Rusdy dan juga L.B. Moerdani. Tugas musykil sekalipun mereka lakukan secara bersama-sama.

Salah satunya seperti mengembalikan dana Pertamina yang telah dikorupsi di luar negeri dan juga membantu para pejuang mujahidin Taliban di Afghanistan. Semua tugas yang mereka lakukan selama ini adalah perintah langsung dari Presiden Soeharto kepada L.B. Moerdani.

Tak berhenti disitu, L.B. Moerdani pun mengandalkan Teddy Rusdy untuk segera menyiapkan semua yang dibutuhkan dalam operasi ini, mulai dari segi teknis hingga segi lainnya. Hadirnya Teddy Rusdy sangatlah berguna untuk menyelasaikan masalah dan memudahkan sang atasan untuk mengambil keputusan yang strategis.

Karena hal tersebut sudah terbukti berhasil dan semua masalah dituntaskan dengan baik. Termasuk diantaranya adalah merombak lembaga ABRI, sebagai contohnya memotong anggaran ABRI, meningkatkan efisiensi ABRI, dan juga menungkatkan profesionalisme ABRI.

Perombakan diatas sudah dilakukan oleh L.B. Moerdani namun beliau dibantu oleh Teddy Rusdy untuk menghapus struktur Komando Wilayah Pertahanan (Kowilhan) yang ditegakkan pada 1969 dan sudah dinilai tak berfungsi secara maksimal tetapi tetap mengambil anggaran.

Hal tersebut sudah menjadi keputusan yang sangat berani karena terpaksa harus membebastugaskan enam perwira tinggi dengan bintang tiga dan belasan perwira tinggi bintang dua pada awal tahun 1980-an.

 

Sumber : Rmol.id

Karena Hasil Analisa Peristiwa Malari, Teddy Rusdy Diminta Untuk Membantu Dibidang Intelijen

Google.com

Pada tahun 1974 perkenalan pertama Teddy Rusdy dan L.B. Moerdani bermula. Tepatnya ketika Teddy Rusdy masih menduduki bangku kuliah dan mengikuti ceramah di Sesko ABRI. Mungkin karena sudah takdir, saat itu yang memberikan ceramah adalah L.B. Moerdani selaku Asisten Intelijen Kopkamtib.

Lalu L.B. Moerdani memberikan waktu untuk melangsungkan tanya jawab. Tak disangka, TeddyRusdy memberanikan diri untuk menyampaikan analisanya mengenai Peristiwa Malari. Sepertinya Teddy Rusdy memang sudah lama mengumpulkan semua materi dan informasi terkait Malari.

Dengan analisa dan penyelasannya yang sangat jelas, L.B. Moerdani mulai terkesan dengan kesimpulan yang Teddy Rusdy sampaikan. Pada akhirnya, L.B. Moedani meminta Teddy Rusdy untuk membantunya dalam menjalankan tugas-tugasnya di bidang intelijen.

20 tahun kemudia mereka bersama dan langsung membenahi dan menyelesaikan tugas-tugas yang sudah diberikan oleh Negara kepada Teddy Rusdy dan juga L.B. Moerdani. Tugas musykil sekalipun mereka lakukan secara bersama-sama.

Salah satunya seperti mengembalikan dana Pertamina yang telah dikorupsi di luar negeri dan juga membantu para pejuang mujahidin Taliban di Afghanistan.

 

Sumber : Rmol.id

Pada Tahun 1986, Teddy Rusdy Berhasil Raih Cita-Cintanya Untuk Menjadi Marsekal Muda

 

Google.com

Teddy Rusdy menolak tawaran yang diberikan oleh Panglima KODAU IV untuk menjadi bupati, karena jika ia mengambil kesempatan untuk menjadi bupati tentu itu merupakan pencapaian yang sangat prestisius.

Dengan usia yang masih sangat muda, 35 tahun ia memilih untuk mengikuti Pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau). Karena jika ia tetap menerima tawaran untuk menjadi bupati maka usianya akan 40 tahun ketika selesai menjabar sebagai bupati.

Usia itu sudah terlalu tua untuk bisa mengikuti pendidikan di Seskoau, maka dari itu Teddy Rusdy tak mau kehilangan kesempatan untuk mengikuti pendidikan disana. Tak pergi begitu saja, sebagai gantinya Teddy Rusdy mencarikan orang yang cocok untuk mengisi tawaran tersebut.

Beruntung, Marsekal Muda Suwoto Sukendar menerima dengan baik usulan dari Teddy Rusdy. Tak disangka, Teddy Rusdy pun berhasil untuk meraih cita-citanya dengan mendapatkan pangkat Marsekal Muda pada 1 Juni 1986.

Ia berhasil mendapatkan cita-citanya itu saat ia mendampingi L.B. Moerdani sebagai Panglima ABRI dengan menjadi Asisten Perencanaan Umum (Asrenum). Disaat itulah masa Teddy ikut untuk membangun dunia intelijen Indonesia dan membereskan lembaga ABRI bersama sang atasn.

 

Sumber : Rmol.id

Teddy Rusdy Menolak Menjadi Bupati Demi Meneruskan Perjuangan Sang Kakek

Google.com

Karena Teddy Rusdy memiliki sikap yang membuat banyak orang senang dan bahagia, lantas masyarakat mendorong Teddy Rusdy untuk menjadi Bupati Lombok Barat. Tak disangka, hal tersebut disampaikan langsung oleh Panglima KODAU IV, Marsekal mudah Suwoto Sukendar.

Karena ini disampaikan langsung oleh Panglima KODAU IV, agak sulit untuk Teddy Rusdy mengelak apa lagi menolak permintaannya tersebut. Kenapa sulit? Karena secara struktur ini adalah perintah langsung dari sang atasan.

Seketika ia mengingat dengan alasan utamanya ia ingin menjadi perwira TNI AU. Selain ia ingin meneruskan perjuangan sang kakek, ia juga tetap ingin mengabdi lewat jalur militer demi mencapai jabatan yang ia inginkan yakni marsekal, jenderal TNI-AU.

Teddy Rusdy terpaksa harus menolak tawaran yang diberikan oleh Panglima KODAU IV untuk menjadi bupati, karena jika ia mengambil kesempatan untuk menjadi bupati tentu itu merupakan pencapaian yang sangat prestisius.

Dengan usia yang masih sangat muda, 35 tahun ia memilih untuk mengikuti Pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau).

 

Sumber : Rmol.id