Rabu, 10 Maret 2021

Diusia Muda, Teddy Rusdy Sudah Jago Melakukan Navigasi Hanya Dengan Bantuan Radio Silent

 

Google.com

Seperti yang sudah banyak kabar beredar kalau Teddy Rusdy adalah orang pertama kali yang menerbangkan pesawat pembom pesawat Tu-16/KS. Menurut Teddy Rusdy, pesawat yang sempat ia terbangkan ini mampu membawa rudal untuk serangan dari udara kedarat dan juga kelaut.

Pada saat itu, pesawat TU-16/KS hanya dimiliki oleh dua negara di luar Uni Soviet yakni Mesir di bawah Presiden Gamal abdul Naser dan Indonesia yang masih dibawah kepimpinan Ir Soekarno. Hebatnya, Teddy Rusdy menerbangkan pesawat itu dengan pangkat Letnan Udara II dan masih berusia 25 tahun.

Karena memiliki wawasan yang cukup luas dan terbuka karena pada 1961 Teddy Rusdy pernah mengikuti pensisikan astro navigation di Air Force Flying College India. Di usia yang dikatakan masih muda Teddy Rusdy sudah jago melakukan navigasi dengan hanya dibantu radio silent.

Di suatu daerah di India yakni Mahatma Gadhi, Teddy Rusdy sudah mempelajari dan melalukan terbang cross-country sekitar 1500 mil tanpa peta. Selama belajar di India, ia punya pengalaman menarik, ketika kertas sketsa dan peta navigasinya di makan sapi.

 

Sumber : editor.id

Selasa, 09 Maret 2021

Setia Mengabdi, Sejarah Operasi Intelijen TNI Sudah Menyatu Dengan Darah Teddy Rusdy

 

Google.com

Dalam operasi pesawat A-4E/H Skyhawk, Teddy Rusdy juga dikirimkan bom canggih untuk mendukung suksesnya Skyhawk dengan dipandu oleh laser yang merupakan jenis senjata yang nantinya terbukti paling ampuh untuk menaklukan perang teluk meletus 1990.

Teddy Rusdy dihabis-habisan oleh pejabat Mossad dengan sebutan “The Incredible Operations”, “Dubby” Shiolah sebagai pembuka pintu dan contact person, karena sudah berhasil menjalankan operasi Alpha ini.

Banyak yang mengenal Teddy Rusdysebagai sosok yang sangat disiplin. Teddy Rusdy terlihat diruang pesawat pembom TU-16/KS buatan Uni Soviet. Tak hanya itu saja, foto Teddy Rusdy dengan Pak Tri Sutrisno saat menunaikan ibadah haji pun tidak ketinggalan.

Teddy Rusdy adalah sosok perintis intelijen Indonesia yang tak pernah terlepas dari sejarah intelijen di Indonesia. Bukan lagi tak pernah terlepas, sejarah operasi intelijen TNI Indonesia pun sudah menyatu dengan darah yang mengalir dalam tubuh sang legenda Teddy Rusdy.

 

Sumber : editor.id

Untuk Menyukseskan Operasi Skyhawk, Teddy Rusdy Dikirimkan Bom Canggih

 

Google.com

Perwira kelahiran tanah abang yakni Teddy Rusdy sudah berhasil mendatangkan persenjataan yang cukup terbilang canggih dikelasnya berupa 33 unit pesawat A-4E/H Skyhawk lengkap dengan amunisinya yang diterbangkan dari Israel.

Tak hanya sejumlah pesawat, ternyata masih ditambah dengan selusin unit Komob (Comonications Mobile) yang dibawa dari Eliat menyebrangi jalur laur dalam sebuah operasi yang memiliki sandi Alpha yang diterjadi di tahun 80-an.

Dalam operasi ini Teddy Rusdy juga dikirimkan bom canggih untuk mendukung suksesnya Skyhawk dengan dipandu oleh laser yang merupakan jenis senjata yang nantinya terbukti paling ampuh untuk menaklukan perang teluk meletus 1990.

Teddy Rusdy dihabis-habisan oleh pejabat Mossad dengan sebutan “The Incredible Operations”, “Dubby” Shiolah sebagai pembuka pintu dan contact person, karena sudah berhasil menjalankan operasi Alpha ini.

 

Sumber : editor.id

Tak Hanya Terlibat Operasi Pejuang Taliban, Teddy Rusdy Juga Terlibat Banyak Operasi Lainnya

 

Google.com

Tak hanya terlibat dalam operasi Pejuang Taliban yang terjadi pada tahun 1981 yang bertugas untuk mendampingi L.B. Moerdani ke Islamabad, Teddy Rusdy juga terlibat dalam kirimnya Kopassus ke Jerman dan operasi A-4 Skyhawk.

Teddy Rusdy yang terlibat dalam pengiriman dua putra terbaik bangsa dari Kopassus ini mengirimkan Mayor Inf Luhut B Panjaitan dan juga Kaptem Inf Prabowo Subianto untuk lebih menggali ilmu dan belajar anti terror di markas polisi khusus anti terror Jerman barat GSG 9.

Bukan hanya itu saja jadwal terbang Teddy Rusdy dalam dunia Intelijen. Karena perwira kelahiran tanah abang ini sudah berhasil mendatangkan persenjataan yang cukup terbilang canggih dikelasnya berupa 33 unit pesawat A-4E/H Skyhawk lengkap dengan amunisinya yang diterbangkan dari Israel.

Tak hanya sejumlah pesawat, ternyata masih ditambah dengan selusin unit Komob (Comonications Mobile) yang dibawa dari Eliat menyebrangi jalur laur dalam sebuah operasi yang memiliki sandi Alpha yang diterjadi di tahun 80-an.

 

Sumber : editor.id

Menurut Teddy Rusdy, Nomor Seri Senjata Yang Dikirimkan Ke Mujahidin Sudah Dihapus

Google.com

Karena pengiriman senjata sudah diputuskan dan juga telah disepakati dalam pertemuan rahasia di Islamabad yang terjadi pada tanggal 18 Februari 1981 antara Letjen L.B.Moerdani dan Pejuang Mujahidin didampingi oleh Staf Intel Kolonel Nav Teddy Rusdy.

Akhirnya kini terbongkar cara pengirimannya senjata itu, walaupun sempat disamarkan sebagai bantuan kemanusiaan dengan pesawat Being B707 dengan logo Pelita Air ini menjadikan suatu bukti bahwa intelijen Indonesia dapat mengalahkan intelijen Amerika yang berada di Afganistan.

Menurut Teddy Rusdy, senjata yang sudah dikirimkan memiliki nomor seri yang sudah dihapus terlebih dahulu gunanya untuk mengaburkan asal sumber senjata tersebut. Semua senjata yang sudah siap kirim dimasukan kedalam peti dan diberi tanda palang merah, dan dicampur oleh peti obat-obat dan selimut.

Atase Pertahan RI di Pakistan yang pada saat itu dijabat oleh Kolonel Harjanto tidak terlibat dalam jalannya operasi ini. Kenapa tidak terlibat? Karena untuk menghindari kasus diplomatic apabila operasinya bocor, namun akhirnya operasi ini berjalan dengan sempurna.

 

Sumber : editor.id

Teddy Rusdy Buktikan Intelijen Indonesia Dapat Mengalahkan Intelijen Amerika

 

Google.com

Kisah yang diceritakan oleh Teddy Rusdy membuat bulu kuduk berdiri. Saat Indonesia membantu pejuang Mujahidin Taliban di Afganistan dengan seperangkat persenjataan setara dengan 2 batalion infanteri.

Ternyata tak hanya cara pengiriman yang dirahasiakan, saat sedang melakukan pemilihan persenjataan yang berguna dilapangan untuk meningkatkan daya tempur juga dirahasiakan oleh pihak intelijen Indonesia.

Karena pengiriman senjata sudah diputuskan dan juga telah disepakati dalam pertemuan rahasia di Islamabad yang terjadi pada tanggal 18 Februari 1981 antara Letjen L.B.Moerdani dan Pejuang Mujahidin didampingi oleh Staf Intel Kolonel Nav Teddy Rusdy.

Akhirnya kini terbongkar cara pengirimannya senjata itu, walaupun sempat disamarkan sebagai bantuan kemanusiaan dengan pesawat Being B707 dengan logo Pelita Air ini menjadikan suatu bukti bahwa intelijen Indonesia dapat mengalahkan intelijen Amerika yang berada di Afganistan.

 

Sumber : editor.id

Teddy Rusdy Membantu Pasok Senjata ke Mujahidin Yang Setara Dengan 2 Battalion Infanteri

 

Google.com

Teddy Rusdy pernah ditugakan untuk menemani sang atasan L.B. Moerdani untuk pergi ke Islamabad pada tahun 1981 untuk menghadiri pertemuan rahasia dengan petinggi intelijen Pakistan yang membahas membantu logistic dan persenjataan untuk Mujahidin Afganistan.

Pada saat itu, menurut Teddy Rusdy, para Mujahidin Afganistan membutuhkan yang sama dengan senjata yang dibuat oleh Uni Soviet. Secara kebetulan, senjata yang dibutuhkan oleh Mujahidin Afagnistan banyak dimiliki oleh ABRI saat Trikora dan Dwikora.

Namun tidak semudah itu, untuk mendapatkan senjata itu harus melewati persetujuan dari sang presiden yakni Soeharto. Setelah disetujui, senjata-senjata bautan Uni Soviet yang terkumpul harus dikumpulkan terlebih dahulu di gudang khusus milik staf Hankam dan Gedung Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma.

Tak disangka, kisah yang diceritakan oleh Teddy Rusdy membuat bulu kuduk berdiri. Saat Indonesia membantu pejuang Mujahidin Taliban di Afganistan dengan seperangkat persenjataan setara dengan 2 batalion infanteri.

 

Sumber : editor.id

Think Ahead, 70 Tahun Teddy Rusdy: Teddy Rusdy Adalah Sosok Yang Cukup Dikagumi Banyak Orang

 

Google.com

Dalam buku biografi yang berjudul: Think Ahead, 70 Tahun Teddy Rusdy yang dituliskan oleh Servas Pandur lalu diterbitkan Herakles Indonesia. Buku ini memiliki ketebalan 602 halaman yang layak untuk menjadi dokumen bersejarah untuk permiliteran Indonesia.

Buku ini menyuguhkan banyak pengalaman yang dialami oleh Marsekal Mudah TNI Purn Teddy Rusdy. Tak hanya itu, buku ini juga memiliki banyak kisah dan menceritakan bagaimana kiprah yang dijalani oleh Almarhum Marsha Purn Teddy Rusdy.

Menurut buku ini, Teddy Rusdy adalah sosok misteri layaknya seorang intelijen yang memiliki sifat hidden figure yang cukup dikagumi banyak orang pada masanya. Seperti yang diketahui, Teddy Rusdy sudah mengabdikan dirinya untuk menjadi tangan kanan L.B. Moerdani tak kurang dari 20 tahun.

Banyak juga yang mengatakan kalau sosok Teddy Rusdy adalah seorang yang lebih sebagai sutradara yang hanya ada di belakang layar. Karena banyak yang penasaran, maka inilah buku pertama yang menceritakan tentang Teddy Rusdy.

 

Sumber : editor.id

Membongkar Sosok Teddy Rusdy Dalam Buku Biografi Think Ahead, 70 Tahun Teddy Rusdy

 

Google.com

Mari kita membongkar sosok Almarhum Marsekal Muda TNI (Purn) Teddy Rusdy yang mengutip dari sebuah buku biografi berjudul : Think Ahead, 70 Tahun Teddy Rusdy yang dituliskan oleh Servas Pandur lalu diterbitkan Herakles Indonesia.

Berdasarkan isi buku biografi, sosok Marsda Teddy Rusdy adalah silent dan sangat menarik dibaca pengalaman dan kisah hidupnya. Karena Teddy Rusdy memiliki banyak fakta baru yang selama ini belum terungkap.

Misalnya, bagaimana pola piker intelijen kita dalam menjalankan Operasi Pembebasan Woyla, Opsus L.B. Moerdani, Teddy Rusdy Membantu Pejuang Mujahidin Afganistan, Proyek Mercusuar Menristek B.J. Habibie, Pasukan Kontra Teror Pertama untuk Indonesia, De-Benny-sasi, dan yang pasti masih banyak lagi.

Dalam buku yang memiliki ketebalan 602 halaman ini layak untuk menjadi dokumen bersejarah untuk permiliteran Indonesia, karena memiliki banyak kisah dan menceritakan bagaimana kiprah yang dijalani oleh Almarhum Marsha Purn Teddy Rusdy.

 

Sumber : editor.id

Senin, 08 Maret 2021

Menurut Pengamat Militer, Teddy Rusdy Tak Pernah Gagal Dalam Menjalankan Tugasnya

 

Google.com

Pada hari kamis 31 Mei 2018 Teddy Rusdy Dinyatakan Meninggal Dunia, ratusan orang yang menghadiri rumah duka Marsekal Muda TNI (Purn) Teddy Rusdy Jl. Bukit Golf 1 Pondok Indah tampak juga sejumlah kolega dan orang penting.

Seorang pengamat militer Asri Hadi menyampaikan beberapa hal yang membuat suasana semakin haru, almarhum Teddy Rusdy dikenal sebagai sosoknperwira tinggi dari Angkatan Udara yang tak pernah gagal dalam setiap menjalankan tugas yang diberikan kepadanya oleh negara.

“Bersama Jenderal TNI Benny Moerdani, Teddy Rusdy berhasil membangun suatu sistem intelijen yang solid, terpusat, reliable, akurat, relevant dan timely untuk NKRI,” ujar Asri Hadi yang pernah mengenal almarhum dalam beberapa kesempatan.

Menurut Asri Hadi, Almarhum Teddy Rusdy juga mendapat banyak tugas pada era pemerintahan Soeharto yang melibatkan operasi intelijen yang sifatnya rahasia. “Diantara operasi yang pernah dilakukannya adalah operasi Alpha dan operasi Woyla sebuah operasi intelijen Indonesia yang diakui dunia tingkat keberhasilannya,” puji Asri Hadi, wartawan senior yang juga dosen TNI.

 

Sumber : editor.id

Indonesia Berduka Saat Kepergian Putera Bangsa Terbaik Marsekal Muda Teddy Rusdy

 

Google.com

Pada hari kamis 31 Mei 2018, Indonesia kembali diberikan duka. Pasalnya, pada tanggal itu salah satu putera terbaik yang dimiliki bangsa Indonesia yakni Marsekal Muda TNI (Purn) Teddy Rusdy dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya.

Beliau meninggal dirumah sakit setelah beberapa hari dirawat, jenazah Almarhum Marsekal Muda Teddy Rusdy dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada pukul 14:00. Seperti yang sudah disangka, kepergian beliau banyak mengundang air mata.

Ratusan karangan bunga dengan ucapan duka cita terus mengiringi keluarga Marsekal Muda Teddy Rusdy dari beberapa kolega almarhum. Tak hanya kerabat dekat, puluhan tokoh nasional baik dari purnawirawan perwira tinggi TNI ataupun Polri dan juga pejabat negara ikut mendatangi rumah duka.

Terlihat pula mantan Panglima TNI Jenderal Try Sutrisno dan juga mantan KSAU Marsekal TNI Pur Chappy Hakim. Ratusan orang yang menghadiri rumah duka Jl. Bukit Golf 1 Pondok Indah tampak juga sejumlah kolega dan orang penting.

 

Sumber : editor.id

Menurut Teddy Rusdy, Isu de-Benny-sasi Dibentuk Untuk Menghancurkan Sistem Intelijen RI

Google.com

Dalam sebuah buku yang menceritakan “Teddy Rusdy: ‘Mengundurkan Diri” diungkapkan bahwa Try Sutrisno diminta Presiden Soeharto untuk menggantikan L.B. Moerdani selaku Asrenum Pangab sebanyak tiga kali.

Karena mengetahui hal tersebut tak benar, Try Sutrisno menolak permintaan sang presiden Soeharto untuk menggantikan Asrenum Pangab Marsekal Muda Teddy Rusdy. Karena sudah memperhatikan dengan teliti berbagai peristiwa di Indonesia sejak awal abad 21.

Teddy Rusdy pun menyimpulkan jika “de-Benny-sasi” adalah upaya menghancurkan kekebalan sistem yang dimiliki oleh intelijen RI yang seksama, terpusat, menyeluruh, akurat, relevan dan juga tepat waktu dalam rangka yang ikut mendukung pembuatan keputusan pemerintah dan juga ketetata-negaraan yang sudah legal, tepat, benar, dan lebih jauh ke depan.

Berikut ini adalah runtutan pendidikan hingga tanda jasa/penghargaan yang diraih oleh Teddy Rusdy:

Marsekal Muda TNI (Purn) Teddy Rusdy

Tempat/Tanggal Lahir:

Jakarta, 11 Mei 1939

Agama:

Islam

Pendidikan:

– SMA B Boedi Oetomo (1959)

– Air Force Flying College, India (1961)

– Sekkau Angkatan 11 (1971)

– Sesko ABRI Bagian Laut Angkatan ke-1 (1975)

– Sesregkt Seskogab Angkatan ke-1 (1978)


Karir:

– Pav Skad 42 Wops Iwy (1963)

– Pa. Ops. Lanu Iwy (1969)

– Dan Lanu Rembiga (1969)

– Dan Denma Makodau VI (1970)

– Karo Paban VI/Milhan Sintel Hankam (1974)

– Patun Seskogab, Bandung (1979)

– Paban VIII Staf Intel Hankam (1980)

– Direktur “E”/Renlitbang BAIS (1983)

– Asrenum Pangab (1986)

– Asrenum Pangab (1987-1992)

– Anggota MPR Utusan Golkar ABRI (1987-1992)


Organisasi:

– Ketua DPD Golkar Lombok Barat (1972)

– Sekretaris DPD Golkar Prov Nusa Tenggara Barat (1973)

Tanda Jasa/Penghargaan:

– Bintang Shakti

– Bintang Dharma

– Bintang Yudha Dharma

– Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama

– Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya

– Satyalencana Kesetiaan VIII

– Satyalencana Kesetiaan XVI

– Satyalencana Kesetiaan XXIV

– Satyalencana Stya Dharma

– Satyalencana Wira Dharma

– Satyalencana Dwidya Sistha

– Satyalencana Penegak

– Meritorius Services Medal (Military) Republic of Singapore

– Meritorius Services Medal (Military) Republic of Korea


Sumber : mantranews.id

Lengsernya L.B. Moerdani, Muncul Isu “de-Benny-sasi” Untuk Melumpuhkan Suatu Sistem

Google.com

Pada 24 Februari 1988, L.B. Moerdani harus melepas jabatan sebagai Pangab harus berpindah tempat. Sesuai dengan pilihan sang presiden, maka terpilihlah Jenderal TNI Try Sutrisno sebagai Pangab. Tak disangka, saat terjadinya berbagai pengersan di lingkungan ABRI muncullah isu “de-Benny-sasi”, yakni dipangkasnya “networking” Benny Moerdani di Mabes ABRI.

Isu yang muncul itu ternyata sudah memiliki sasaran atau target, tentu saja orang-orang yang menjadi tangan kanan atau orang terdekat L.B. Moerdani. Siapa lagu kalau bukan Asrenum Pangab Marsekal Muda Teddy Rusdy yang sudah menjadi orang kepercayaan L.B. Moerdani sejak tahun 1974.

Dalam sebuah buku yang menceritakan “Teddy Rusdy: ‘Mengundurkan Diri” diungkapkan bahwa Try Sutrisno diminta Presiden Soeharto untuk menggantikan L.B. Moerdani selaku Asrenum Pangab sebanyak tiga kali.

Karena mengetahui hal tersebut tak benar, Try Sutrisno menolak permintaan sang presiden Soeharto untuk menggantikan Asrenum Pangab Marsekal Muda Teddy Rusdy. Karena sudah memperhatikan dengan teliti berbagai peristiwa di Indonesia sejak awal abad 21.

Teddy Rusdy pun menyimpulkan jika “de-Benny-sasi” adalah upaya untuk melumpuhkan suatu sistem yang sudah dibangun bertahun-tahun lamanya sejak tahun 1974.

 

Sumber : mantranews.id

Pada 24 Februari 1988, L.B. Moerdani Digantikan Oleh Jenderal TNI Try Sutrisno Sebagai Pangab

 

Google.com

Jam Terbang Teddy Rusdy bersama L.B. Moerdani dalam menyukseskan intelijen RI yang tangguh terpaksa harus diberhentikan. Karena L.B. Moerdani disangka akan mengambil alih kekuasan milik Presiden Soeharto.

“Pada saat intelijen RI sangat kuat, Benny Moerdani diganti. Soeharto tidak rela ada ‘rumput lain yang tumbuh’. Soeharto tidak ingin ada orang lain yang bersaing dengannya. Benny Moerdani sadar sebagai seorang Indo, berdarah Jerman/Belanda dari ibu, dan beragama Katolik, berulang kali bicara, bahwa dirinya tidak mungkin menjadi Presiden RI,” kenang Teddy Rusdy.

Pada akhirnya Teddy Rusdy menyadari, kalau jika dia melakukan apapun dengan powerfull maka akan memunculkan iri hati pada orang lain.

“Benny Moerdani sudah mengadakan assesment intelijen, jika pada saatnya Kopkamtib harus bubar. Karena Kopkamtib adalah ekstra struktural. Hanya saja, meskipun Kopkamtib bubar, tetapi fungsi-fungsinya jangan sampai bubar. Akibatnya intelijen yang sudah dibangun dihancurkan sendiri,” tegas Teddy Rusdy.

Hal tersebut pun benar terjadi, karena pada 24 Februari 1988, L.B. Moerdani harus melepas jabatan sebagai Pangab harus berpindah tempat. Sesuai dengan pilihan sang presiden, maka terpilihlah Jenderal TNI Try Sutrisno sebagai Pangab.

 

Sumber : mantranews.id

Minggu, 07 Maret 2021

L.B. Moerdani Terpaksa Berhenti Untuk Membangun Intelijen Karena Dinilai Ingin Mengambil Alih Kekuasan

Google.com

Saat pembajakan pesawat DC-9 Woyla ini terjadi, Teddy Rusdy sebenarnya sudah mengetahui siapa pelaku dalam pembajakan pesawat Woyla ini karena sudah terendus sejak intelijen yang sengaja Teddy Rusdy siapkan tewas.

Seorang intelijen yang tewas tersebut ditemukan pada jam tiga pagi menjelang pembajakan Pesawat Woyla. Menurut analisa intelijen, Teddy Rusdy sudah mencurigai sekelompok Komando Jihad Kelompok Iron yang sebelumnya juga pernah meyerang pos polisi di Cicendo, Bandung, Jawa Barat.

Seperti kata Teddy Rusdy, Intelijen yang solid dan terpusat akan lebih berguna untuk negara. Karena apapun bunyinya, walaupun hanya sebuah jatum jatuh bisa terdengar oleh Intelijen. Namun sayang, jam tayang Teddy Rusdy bersama L.B. Moerdani dalam menyukseskan intelijen RI yang tangguh harus berakhir.

Karena L.B. Moerdani disangka akan mengambil alih kekuasan milik Presiden Soeharto. “Pada saat intelijen RI sangat kuat, Benny Moerdani diganti. Soeharto tidak rela ada ‘rumput lain yang tumbuh’. Soeharto tidak ingin ada orang lain yang bersaing dengannya. Benny Moerdani sadar sebagai seorang Indo, berdarah Jerman/Belanda dari ibu, dan beragama Katolik, berulang kali bicara, bahwa dirinya tidak mungkin menjadi Presiden RI,” kenang Teddy Rusdy.

Pada akhirnya Teddy Rusdy menyadari, kalau jika dia melakukan apapun dengan powerfull maka akan memunculkan iri hati pada orang lain.

 

Sumber : mantranews.id

Teddy Rusdy dan L.B. Moerdani Ikut Menerobos Pesawat DC-9 Woyla Saat Terjadi Pembajakan

Google.com

Pada 31 Maret 1981 pukul 02.45, 30 anggota Kopassus yang dikerahkan oleh Teddy Rusdy juga berhasil mendobrak dan berhasil masuk kedalam pesawat DC-9 Woyla. Tak hanya itu, 30 anggota Kopassus juga melumpuhkan sekirnya lima pembajak.

Tapi hal yang harus disayangkan adalah Letnan Ahmad Kirang dan juga Pilot Herman Rante tak bisa diselamatkan karena waktu yang menipis. Ternyata dalam operasi yang menguncang dunia ini, Teddy Rusdy dan L.B.Moerdani ikut menerobos masuk pesawat dan membantu anggota Kopassus.

Tak hanya itu, Teddy Rusdy juga sempat membantu untuk mengoperasikan panel elektik dan elektronik pesawat DC-9 Woyla untuk mempermudah operasi. Sebenarnya, pelaku dalam pembajakan pesawat Woyla ini sudah pernah tercium baunya sejak intelijen yang sengaja Teddy Rusdy siapkan tewas.

Seorang intelijen yang tewas tersebut ditemukan pada jam tiga pagi menjelang pembajakan Pesawat Woyla. Menurut analisa intelijen, Teddy Rusdy sudah mencurigai sekelompok Komando Jihad Kelompok Iron yang sebelumnya juga pernah meyerang pos polisi di Cicendo, Bandung, Jawa Barat.

 

Sumber : mantranews.id

Teddy Rusdy Lumpuhkan Lima Pembajak Pesawat DC-9 Woyla Bersama Dengan 30 Anggota Kopassus

Google.com

Saat permintaan Teddy Rusdy kepada Ghazali Syafei untuk menghentikan pesawat Woyla tidak bisa dipenuhi. Karena taka da pilihan lain, Teddy Rusdy memutuskan untuk melakukan operasi pembebasan dengan 35 anggota Kopassandha (Kopassus) yang dipimpin Letkol Sintong Panjaitan.

Menurut Teddy Rusdy jika begitu saja susah, maka ia meminta Garuda Indonesia untuk menyiapkan satu jenis pesawat DC-9 untuk mempermudah operasi. Tak hanya itu, pesawat ini juga akan digunakan sebagai simulasi operasi Pembebasan Woyla.

Ternyata sang Perwira Navigator AU pun harus mempelajari terlebih dahulu sistem elektronik, elektrik dan juga optic pada kokpit yang berada didalam pesawat DC-9 Woyla. Untungnya, 30 anggota Kopassus berhasil mendobrak dan masuk ke dalam pesawat pada 31 Maret 1981 pukul 02.45.

Tak berhenti disitu, 30 anggota Kopassus jyang dikerahkan oleh Teddy Rusdy juga berhasil melumpuhkan sekirana lima pembajak. Tapi hal yang harus disayangkan adalah Letnan Ahmad Kirang dan juga Pilot Herman Rante tak bisa diselamatkan karena waktu yang menipis

 

Sumber : mantranews.id

Tak Bisa Dipenuhi Malaysia, Teddy Rusdy Turunkan 35 Anggota Kopassus Untuk Operasi Pembebasan Woyla

Google.com

Berdasarkan fakta sejarah mengenai operasi Pembebasan Woyla yang terjadi bisa menjadi puncak untuk eksistensi intelijen Indonesia pada era Teddy Rusdy. Karena operasi Pembebasan Woyla adalah operasi pembebasan pesawat DC-9 Woyla.

Pesawat DC-9 Woyla sendiri adalah salah satu pesawat yang dikeluarkan oleh Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan 206, tujuan Jakarta-Medan yang sudah mengalami pembajakan pada 28 Maret 1981.

Saat pesawat DC-9 Woyla dibajak, sang pembajak meminta paksa sang pilot untuk menerbangkan pesawat kea rah Kolombo, Sri Lanka. Namun hal tersebut belum sempat terjadi karena pesawat kehabisan bahan bakar.

Akhirnya pesawat diarahkan ke Malaysia untuk langsung melakukan penerbangan ke Bandara Don Muang, Thailand. Saat itu, Teddy Rusdy selaku Paban VIII Stag Intel Hankam sempat dihubungi oleh L.B. Moerdani untuk menghubungi Menteri Dalam Negeri Malaysia yakni Datuk Ghazali Syafei.

Namun disayangkan, permintaan Teddy Rusdy kepada Ghazali Syafei untuk menghentikan pesawat Woyla tidak bisa dipenuhi. Karena taka da pilihan lain, Teddy Rusdy memutuskan untuk melakukan operasi pembebasan dengan 35 anggota Kopassandha (Kopassus) yang dipimpin Letkol Sintong Panjaitan.

 

Sumber : mantranews.id

Jumat, 05 Maret 2021

Teddy Rusdy Komando Langsung Operasi Rahasia Antara Indonesia dan Pakistan

Google.com

Agen Intelijen Hankam ditugaskan untuk mengumpulkan senjata dari produk yang dimiliki oleh Uni Soviet di gudang-gudang senjata milik ABRI, namun hal tersebut sudah mendapatkan persetujuan dari sang presiden Indonesia saat itu, yakni Presiden Soerharto.

Setidaknya terkumpul logistk dan beberapa persenjataan untuk kelengkapan dua batalion infantry. Senjata yang sudah berhasil dikumpulkan segera diterbangkan dan diangkut menggunakan pesawat Boing 707 Pelita Air Service untuk segera menuju Rawalpindi, Pakistan Utara, melalui Diego Garcia, dengan cover bantuan kemanusiaan.

Dalam pertemuan rahasia dengan Kepala Intelijen Pakistan ini sudah disepakati oleh Intelijen Indonesia akan memberikan sejumlah senjata yang ada di Indonesia kepada Mujahidin. Pertemuan sekaligus operasi rahasia ini dipimpin atau dikomando langsung oleh Teddy Rusdy.

Karena memang Teddy Rusdy terlibat langsung dalam operasi khusus bantuan pasokan senjata dari Indonesia untuk Mujahidin. Setelah dikirimkan senjata yang berhasil sampai pada bulan Juli 1981, senjata yang diselipkan diantara kotak obat itu langsung dibawa ke Attock, Nowshera, Peshawar, melalui Khyber Pass. Bantuan diterima pimpinan Mujahidin di Nagarhar.

 

Sumber : mantranews.id

Presiden Soeharto Berikan Tugas Kepada Agen Intelijen Hankam Untuk Kumpulkan Senjata Untuk Battalion Infantry



Beliau memang dekat dengan intelijen Israel yang notabene musuh dari Islam, tapi Teddy Rusdy juga menjalin hubungan baik dengan dunia Islam.

Salah satu kelompok muslim yang memiliki hubungan erat dengan TeddyRusdy adalah pejuang Mujahidin Afganistan. Sebagai bukti jika memiliki hubungan erat, Teddy Rusdy terlibat langsung dalam operasi khusus bantuan pasokan senjata dari Indonesia untuk Mujahidin.

Pertemuan rahasia dengan Kepala Intelijen Pakistan sudah disepakati oleh Intelijen Indonesia ini memang sudah menyetujui akan memasok senjata buatan Uni Soviet yang ada  di Indonesia kepada pihak Mujahidin yang masih berjuang untuk melawan pasukan Uni Soviet.

Agen Intelijen Hankam ditugaskan untuk mengumpulkan senjata dari produk yang dimiliki oleh Uni Soviet di gudang-gudang senjata milik ABRI, namun hal tersebut sudah mendapatkan persetujuan dari sang presiden Indonesia saat itu, yakni Presiden Soerharto.

Setidaknya terkumpul logistk dan beberapa persenjataan untuk kelengkapan dua battalion infantry.

 

Sumber : mantranews.id